This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Nano. Diberdayakan oleh Blogger.
twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Selasa, 06 Maret 2012

Bahasa C++ | Bahrul Ulum

Senin, 05 Maret 2012

Pembelajaran OOP

Coba Post Yang Sudah Di Pelajari. Biyar Gak Lupa.!!!!!!!!!11

1. Script Menghitung Keliling Lingkaran

#include<iostream.h>
#include<conio.h>

int main () {
int a, b, c= 0;
cout << "Masukan Jari-Jari : ";
cin >> a;

b = 2*3.14*a ;
cout << "Hasil = " <<b;
getch();
}

2. Script Menghitung Luas Persegi Panjang

#include<iostream.h>
#include<conio.h>

int main () {
int a, b, c = 0;
cout << "Masukan Panjang : ";
cin >> a;
cout << "Masukan Lebar : ";
cin >> b;
c = a*b ;
cout << "Luas Persegi Panjang = " <<c;
getch();
}
3. Script Menghitung Luas Balok

#include<iostream.h>
#include<conio.h>

int main () {
int a, b, c, d= 0;
cout << "Masukan Panjang : ";
cin >> a;
cout << "Masukan Lebar : ";
cin >> b;
cout << "Masukan Tinggi : ";
cin >> c;
d = 2*(a*b+a*c+b*c) ;
cout << "Luas Balok = " <<d;
getch();
}

4. Script Menghitung Luas Segi Tiga

#include<iostream.h>
#include<conio.h>

int main () {
int a, b, c = 0;
cout << "Masukan Alas : ";
cin >> a;
cout << "Masukan Tinggi : ";
cin >> b;
c = a+b/2;
cout << "Luas Segitiga = " <<c;
getch();
}

5. Script Menghitung Luas Lingkaran

#include<iostream.h>
#include<conio.h>

int main () {
int a, b, c= 0;
cout << "Masukan Jari-Jari : ";
cin >> a;

b = 3.14*(a*a) ;
cout << "Hasil = " <<b;
getch();
}

Minggu, 04 Maret 2012

Perbedaan Format File JPG, GIF dan PNG.


PENDHULUN
Kualitas foto dan gambar ilustrasi yang digunakan pada situs web, percaya atau tidak dapat membuat banyak perbedaan.  Anda dapat rnenggunakan gambar yang paling baik atau yang biasa-biasa saja, atau  menggunakan tools capture profesional untuk mengeditnya, tetapi kebutuhan dasarnya tetaplah sama – output gambar harus tajam dan ukuran file yang dalam batas yang wajar.
Sekarang, JPG, PNG atau GIF adalah tiga format foto/gambar paling populer di web/blog. Tentu saja ada format lain disebut BMP tetapi jarang sekali digunakan.
Teks & Clipart
Jika Anda ingin capturing text (seperti mem-blok kode surnber atau halarnan pencarian di search engine Google atau menu navigasi), selalu gunakan format GIF atau PNG – karena  screenshot akan lebih jelas dan  ukuran file yang tetap kecil.

Perbedaan format file antara JPG/JPEG, GIF dan PNG
1.      JPG/JPEG (Joint Photographic Experts Group)

Tipe file JPG sangat sering digunakan untuk web atau blog. File JPG menggunakan teknik kompresi yang menyebabkan kualitas gambar turun (lossy compression). Setiap kali menyimpan ke tipe JPG dari tipe lain, ukuran gambar biasanya mengecil, tetapi kualitasnya turun dan tidak dapat dikembalikan lagi. Ukuran file BMP dapat turun menjadi sepersepuluhnya setelah dikonversi menjadi JPG. Meskipun dengan penurunan kualitas gambar, pada gambar-gambar tertentu (misalnya pemandangan), penurunan kualitas gambar hampir tidak terlihat mata.



File JPG cocok digunakan untuk:

gambar yang memiliki banyak warna, misalnya foto wajah dan pemandangan.
gambar yang memiliki gradien, misalnya perubahan warna yang perlahan-lahan dari merah ke biru.


2.      GIF (Graphics Interchange Format)

GIF, sama seperti JPG, adalah format gambar lawas, dan salah satu yang umum dipakai di internet, berkebalikan dengan fotografi. GIF adalah kepanjangan dari Graphics Interchange Format dan sama-sama memiliki kompresi seperti format gambar TIFF. Teknologi ini pernah kontroversial karena isu pemaksaan hak paten tapi akhirnya beres juga karena semua paten yang didaftarkan sudah habis masa aktifnya. Kayak pulsa telpon seluler saja ya.. 
[heading id="" align="aligncenter" width="312" heading="8-bit GIF"][/heading]
GIF secara alami adalah gambar dengan 8-bit warna, berarti mereka dibatasi oleh palet sebanyak 256 jenis warna, yang dapat dipilih dari model RGB dan disimpan ke Color Look Up Tablet (CLUT), atau sederhananya “Color Table“. Mereka itu sejatinya adalah palet warna standar, seperti palet “Web Safe“. Catatan penting : gambar Grayscale memiliki palet 8-bit juga, jadi sah-sah saja/sebaiknya disimpan dalam format GIF.
Jauh dari dukungan transparency, GIF ternyata mendukung animasi gambar, yang membatasi tiap form nya pada 256 warna standar. Dan karena sifatnya yang tidak pecah-pecah, GIF bisa digunakan untuk menjaga baris dalam tipografi tetap rapi, dan juga bentuk-bentuk geometri, tapi sebaiknya menggunakan format yang memang diperuntukkan bagi vektor grafis seperti SVG atau AI (Adobe Illustrator).
GIF tidak cocok untuk digunakan dalam fotografi modern, atau untuk penyimpanan data gambar yang terbatas. Pada ukuran kecil dengan tabel warna yang sangat terbatas, gambar GIF dapat berukuran lebih kecil daripada JPG. Tapi dalam ukuran yang umum, gambar dengan format JPG dapat berukuran lebih kecil dibanding GIF. Jadi sebaiknya menggunakan JPG saja. 
Tipe file GIF memungkinkan penambahan warna transparan dan dapat digunakan untuk membuat animasi sederhana, tetapi saat ini standar GIF hanya maksimal 256 warna saja. File ini menggunakan kompresi yang tidak menghilangkan data (lossles compression) tetapi penurunan jumlah warna menjadi 256 sering membuat gambar yang kaya warna seperti pemandangan menjadi tidak realistis. Pada program MS Paint, tidak ada fasilitas penyesuaian warna yang digunakan (color table) sehingga menyimpan file GIF di MS Paint seringkali menghasilkan gambar yang terlihat rusak atau berubah warna. Pada program pengolah gambar yang lebih baik, seperti Adobe Photoshop, color table bisa diatur otomatis atau manual sehingga gambar tidak berubah warna atau rusak.



File GIF cocok digunakan untuk:
gambar dengan jumlah warna sedikit (dibawah 256).
gambar yang memerlukan perbedaan warna yang tegas seperti logo tanpa gradien.
gambar animasi sederhana seperti banner-banner iklan, header, dan sebagainya.
print shoot (hasil dari print screen) dari program-program simple dengan jumlah warna sedikit.
File GIF tidak cocok digunakan untuk:
gambar yang memiliki banyak warna seperti pemandangan.
gambar yang didalamnya terdapat warna gradien atau semburat.


3.      PNG (Portable Network Graphics)
PNG adalah kepanjangan dari Portable Network Graphics atau bisa diplesetkan menjadi “PNG-Nοt-GIF“. Dikembangkan sebagai alternatif lain untuk GIF, yang menggunakan paten dari LZW–algoritma kompresi. PNG adalah format gambar yang sangat baik untuk grafis internet, karena mendukung transparansi didalam perambah (browser) dan memiliki keindahan tersendiri yang tidak bisa diberikan GIF atau bahkan JPG. Mau bukti? Gambar dibawah ini adalah satu gambar dengan latar belakang transparan. Klik kanan saja untuk melihatnya. Tapi, saya memberikan sentuhan warna pada latar belakangnya untuk membedakan. Tipe file PNG merupakan solusi kompresi yang powerfull dengan warna yang lebih banyak (24 bit RGB + alpha). Berbeda dengan JPG yang menggunakan teknik kompresi yang menghilangkan data, file PNG menggunakan kompresi yang tidak menghilangkan data (lossles compression). Kelebihan file PNG adalah adanya warna transparan dan alpha. Warna alpha memungkinkan sebuah gambar transparan, tetapi gambar tersebut masih dapat dilihat mata seperti samar-samar atau bening. File PNG dapat diatur jumlah warnanya 64 bit (true color + alpha) sampai indexed color 1 bit. Dengan jumlah warna yang sama, kompresi file PNG lebih baik daripada GIF, tetapi memiliki ukuran file yang lebih besar daripada JPG. Kekurangan tipe PNG adalah belum populer sehingga sebagian browser tidak mendukungnya.

Karena sifat transparannya yang tidak pecah-pecah, PNG yang masuk kelas 24-bit ini cocok untuk membuat skrinsyut. Ia bisa mereproduksi gambar desktop dari tiap piksel ke piksel secara detil. PNG juga mendukung kelas 8-bit seperti GIF, sekaligus 24-bit seperti JPG. Ia juga tidak pecah-pecah, bisa mengkompresi gambar dari proses fotografi tanpa banyak mengurangi kualitas gambarnya. Namun PNG cukup besar ukurannya diantara ketiga format gambar yang saya bahas kali ini, serta tidak didukung oleh perambah lawas.







File PNG cocok digunakan untuk:
gambar yang memiliki warna banyak.
gambar yang mau diedit ulang tanpa menurunkan kualitas.
File PNG tidak cocok digunakan untuk:
gambar yang jika dikompress dengan JPG hampir-hampir tidak terlihat penurunan kualitasnya.


Kesimpulan :

PNG adalah pilihan baik untuk gambar yang memiliki bagian transparan, juga tidak pecah-pecah, dan ukurannya cukup kecil. Untuk ukuran yang lebih besar, jika anda menginginkan kualitas yang lebih.
GIF pada umumnya digunakan untuk gambar animasi dan dapat memproduksi gambar 8-bit yang kecil.


















sumber : http://neng-ocha.com/perbedaan-tipe-gambar-jpg-png-dan-gif/

Sejarah Font




Menyebut Times New Roman, tentu banyak orang yang tahu. Jenis huruf ini digunakan sebagai standar huruf dalam dunia pengetikan. Keberadaannya dikenal luas oleh orang dari berbagai kalangan profesi. Namun, seberapa banyak di antara kita yang mengetahui sejarah penciptaan huruf jenis Times New Roman ini?

Huruf ini dirancang oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama Stanley Morrison. Ia lahir pada tanggal 6 Mei 1889 di Wanstead, Inggris. Stanley tumbuh sebagai figur yang tidak memiliki pengetahuan tentang percetakan, namun di kemudian hari ia menempati banyak posisi penting di dunia tersebut. Pengetahuannya yang banyak dalam hal tipografi didapatkan sejak menjadi anggota percetakan The Pelican Press.

Kecintaannya pada Tuhan membuatnya banyak membaca buku-buku religius, bahkan karya tipografinya yang pertama juga ditujukan untuk gereja. Setelah keluar dari The Pelican Press, ia bekerja untuk Cloister Press di Manchester. Banyak desain-desain terbaiknya dihasilkan saat ia bekerja di perusahaan ini. Lagi-lagi, karyanya banyak mencerminkan latar belakang gereja katolik, hal ini terlihat pada ilustrasi dan berbagai macam dekorasi yang ia gunakan. Karena ia sangat membenci perang, gerakan antiperangnya membuat ia sempat dipenjara selama empat tahun (1914-1918).

Berawal dari Surat Kabar "Times"
Selama kurang lebih 30 tahun (1929-1960) Stanley Morrison menjadi konsultan huruf untuk koran The Times di London, Inggris. Sebagai konsultan huruf, pada tahun 1931 ia mengatakan pada Times, ”The Times merupakan koran yang telah memiliki pelanggannya sendiri, kita memerlukan sebuah huruf yang tidak sama dengan barang dagangan pada umumnya, huruf itu harus baik pada dasarnya, namun juga mencerminkan kekuatan dari garis, konsistensi, dan ekonomis bagi The Times”.


Karena kata-katanya itulah, 3 Oktober 1932 menjadi hari pemasaran jenis huruf “Times” ke khalayak ramai, karena pada hari itu untuk pertama kalinya koran The Times dicetak dengan menggunakan jenis huruf yang dinamai seperti koran itu sendiri. Stanley Morisson bukan satu-satunya orang yang berada di balik layar kesuksesan huruf tersebut. Ia juga dibantu temannya bernama Victor Lardent sebagai orang yang menggambar rancangan huruf ini.


Huruf bernama Times ini dengan cepat menjadi sangat populer pada masa itu, banyak digunakan di koran, majalah, maupun buku laporan tahunan perusahaan. Huruf ini didaftarkan lisensinya ke The Monotype Corporation di Inggris, namun juga didaftarkan ke perusahaan lisensi Linotype di Amerika, karena koran The Times banyak mendaftarkan lisensi dari produk-produknya ke Linotype. Akhirnya, pada tahun 1945, The American Linotype Company mendaftarkan nama dagang ”Times Roman” secara terpisah, bukan sebagai bagian dari The Times ataupun Monotype. Di sinilah terjadi perbedaan nama untuk penggunaan huruf ini dalam komputer. Linotype dan perusahaan-perusahaan di bawah lisensinya seperti Adobe dan Apple Macintosh menggunakan nama ”Times Roman”, sedangkan Monotype dengan perusahaan-perusahaan di bawah lisensinya seperti Microsoft menggunakan nama “Times New Roman”.


Pada era ’80-an, Monotype mendesain ulang Times New Roman dan mengklaim bahwa huruf yang di desain ulang ini lebih baik daripada Times Roman yang dimiliki Linotype. Karena tidak mau kalah, pada periode waktu yang berdekatan, Adobe-Linotype juga meluncurkan seri baru dari huruf Times, yang tentu saja mereka mengklaim huruf yang baru juga lebih baik dibanding huruf milik Monotype. Pada kenyataannya, sebagian atau mungkin seluruh pengguna huruf ini tak akan menyadari atau bahkan tak akan mempermasalah kan perbedaan di antara keduanya walaupun huruf-huruf tersebut dicetak sangat jelas dengan ukuran 10 pt dalam resolusi tinggi 300 dpi.
Lepas dari berbagai pertentangan di atas, terbukti bahwa Stanley Morrison telah berhasil menciptakan huruf yang baik dengan ciri khasnya tersendiri sehingga jenis huruf ini terus dikenang dan digunakan oleh banyak kalangan hingga saat ini. Ia meninggal pada 11 Oktober 1967 di London, Inggris.
Catatan Ardha Ardha Herdianto Sejarah Font Times New Roman
 Sejarah Font Arial
Pertengahan abad kedua puluh, salah satu jenis huruf yang paling populer di dunia barat adalah Helvetica. Ini dikembangkan oleh Haas Foundry di Swiss pada tahun 1950-an. Kemudian, Haas bergabung dengan Linotype dan font Helvetica dipromosikannya. Sebuah ikon dari tipografi Swiss, Helvetica melalui desainnya pada tahun 60-an identik dengan kemodernan, progresif dan sikap kosmopolitan. Dengan tipografi yang kelihatannya ramah, ceria dan garis-garis yang bersih, font Helvetica menjadi jenis font yang hampir sempurna dan digunakan untuk keperluan apa saja dan segalanya. “Jika ragu, gunakan Helvetica” itu adalah peraturan umum.
Tetapi pada tahun 70-an, banyak desainer mulai bosan dan pindah ke model tipografi lain, tapi saat itu font Helevetica tetap menjadi font yang digunakan sehari-hari. Bahkan pada awal era 80-an ketika Adobe mengembangkan PostScript, mereka memilih Helvetica sebagai salah satu dari empat font dasar harus disertakan dalam setiap lisensi PostScript mereka (bersama dengan Times, Courier, dan Symbol). Lisensi Adobe pada tiap font diberikan untuk menunjukkan rasa hormat dan penghargaan terhadap jenis integritas, penemu dan desainer. Mereka mungkin menyadari bahwa jika mereka tidak memberikan lisensi pada font tipografi populer ini, maka industri seni grafis profesional tidak akan menerima mereka.
Pada akhir tahun delapan puluhan, fenomena desktop publishing berjalan dengan lancar. Dipimpin oleh Macintosh dan program-program seperti PageMaker, dan dimungkinkan oleh Adobe PostScript, siapa pun bisa melakukan type setting profesional yang berkualitas pada komputer pribadi dengan biaya yang murah.
Tapi hal itu menyebabkan beberapa masalah. Ada dua jenis font PostScript: Tipe 1 dan Tipe 3. Font Tipe 1 mempunyai beberapa keunggulan dibanding dengan font Tipe 3. Adobe menyediakan informasi tentang pembuatan font Tipe 3, tetapi merahasiakan teknologi font Tipe 1 (mengenai cara pembuatannya). Jika Anda ingin menggunakan font Tipe 1, Adobe adalah satu-satunya sumber. Orang lain yang ingin membuat atau menjual font Tipe 1 ini harus puas dengan format Tipe 3. Adobe ingin menguasai pemasaran font Tipe 1 ini secara sendiri (monopoli).
Tipografi Arial sendiri dirancang pada tahun 1982 oleh Robin Nicholasdan Patricia Saunders. Pada tahun 1989, sejumlah perusahaan berusaha untuk memecahkan format Tipe 1 atau merancang alternatif lainnya. Apple dan Microsoft menandatangani perjanjian kerjasama untuk menciptakan alternatif font untuk teknologi Adobe. Sementara Microsoft bekerja dengan TrueImage, untuk bahasa deskripsinya, Apple mengembangkan format TrueType. TrueType adalah format yang lebih terbuka dan kompatibel tapi tidak tergantung pada PostScript. Hal ini efektif memaksa Adobe, menyebabkan mereka akhirnya membuka rahasia tentang format Tipe 1.
Pada waktu yang bersamaan, “klon” PostScript sedang dikembangkan untuk bersaing dengan Adobe. PostScript membuat font yang “mirip”, karena font asli dimiliki oleh mitra bisnis mereka yaitu Adobe. “Klon” PostScript ini, dijual oleh Birmy, dan dianggap sebagai pengganti font Helvetica yang disebut font Arial.
Arial tampaknya merupakan font yang mirip dengan font Helvetica. Karena font Arial ini mirip dengan Helvetica, maka font Arial secara otomatis menggantikan Helvetica. Setelah kebanyakan orang akan mengalami kesulitan melihat perbedaan antara jenis huruf serif dan sans serif, maka berikutnya mereka juga mengalami kesulitan melihat perbedaan jenis huruf Arial dan Helevetica ini.
Yang aneh dari font Arial ini adalah bahwa font Arial ini merupakan salinan langsung dari Helvetica tetapi ini bisa dengan mudah dilakukan dan berhasil lolos. Di banyak negara terutama Amerika Serika, jenis dan desain huruf dilindungi secara hukum. Jadi, jika Anda ingin membeli font Helvetica, Anda harus membeli pada Linotype. Jika Anda memilih untuk membeli font Compugraphic, AM, atau peralatan typesetting Alphatype, anda tidak bisa menggunakan font Helvetica. Sebaliknya, Anda punya pilihan pada font Triumvirate, atau Helios, atau Megaron, atau Newton, atau apa pun. Setiap produsen memiliki typesetting Helvetica yang mirip. Ini dimungkinkan karena sebagian dari font “Helvetica” yang ada pada tahun 70-an sebenarnya tidak mirip dengan font Helvetica yang asli.
Ketika Microsoft membuat format font TrueType standar untuk Windows 3.1, mereka memilih menggunakan Arial daripada Helvetica, mungkin karena lebih murah dan mereka tahu kebanyakan orang tidak akan tahu (atau bahkan tidak peduli) pada perbedaannya. Jadi, Arial yang ada sekarang sebenarnya merupakan efek samping dari kesuksesan Windows itu sendiri dan Font Arial ini ada untuk menghindari pembayaran lisensi.
Sumber : Artikel Mark Simonson (setelah diterjemahkan dan diedit).
Dari dua postingan tentang sejarah font yaitu Arial dan Times New Roman, apa komentar Anda tentang dua font tersebut dilihat dari segi sejarahnya. Terima kasih atas komentarnya.

Sejarah Font Helvetica
Helvetica dikembangkan oleh Max Miedinger dan Eduard Hoffmann di Haas Type Foundery di Switzerland. Haas mendesain sans-serif typeface baru yang bisa bersaing di pasar Swiss. Tujuan desain baru itu untuk membuat typeface natural yang sangat jelas, tidak ada maksud intrinsik di bentuk itu, dan bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan typeface.
Tahun 1960, nama typeface diubah dari Stempel menjadi Helvetica (diperoleh dari kata Confoederatio Helvetica, bahasa latin untuk Switzerland) agar dapat dipasarkan secara internasional. Pada awalnya harus disebut Helvetica, tapi diabaikan Eduard Hoffmann karena dia pikir nama itu tidak tepat setelah kata negara.
Sekilas hampir sama antara font Helvetica dan Arial, tapi kalau diperhatikan saksama terdapat perbedaan-perbedaan ini :
-Coretan Helvetica secara khas memotong secara horizontal dan secara vertikal. Sangat terlihat     pada huruf t, r, f, dan C . Sedangkan Arial menggunakan coretan yang miring.
-Huruf G pada Helvetica tojokan kebawah, sedangkan pada Arial tidak.
-Bagian atas huruf r yang memiring berbeda.
-Nomer 1 di Helvetica mempunyai sudut kotak dibawah tonjokan bagian atas, sedangkan Arial berbentuk kurva.
-Bentuk Q di Helvetica mempunyai bentuk cross yang lurus, sedangkan di Arial bentuk cross-nya langsing tipis seperti kurva.

Sejarah Font Garamond
Garamond memiliki perbedaan dengan menjadi nenek moyang terbesar dari tipografi modern, membentuk cara bagaimana font telah dikembangkan selama berabad-abad. Huruf ini dirancang oleh Claude Garamond dari penerbit Parisian selama kurang lebih empat setengah abad silam. Saat ini Garamond masih dianggap sebagai salah satu tipografi yang paling mudah dibaca. Ini menjadi bukti nyata kehebatan penciptanya. Garamond masih menikmati keberhasilannya sampai saat ini; Anda mungkin mengenalnya sebagai font yang digunakan oleh Apple pada tahun 1990-an. Sungguh menggelikan ketika mengetahui bahwa selama hampir satu abad penuh, penciptanya berpikiran bahwa Garamond telah berubah menjadi font yang sama sekali berbeda.

Pada tahun 1825, lebih dari dua setengah abad setelah desain Garamond mengawali peredarannya di Eropa, Kantor Percetakan Nasional Perancis membuat sebuah pengumuman menarik, yaitu mereka telah menemukan satu set rancangan sebelumnya yang tidak diketahui oleh Garamond. Selama abad berikutnya, font dan seni tipografi menunjukkan kebangkitan yang kuat, dan bersama itu muncullah versi-versi Garamond baru, banyak di antaranya berdasarkan rancangan-rancangan yang digali oleh Kantor Percetakan Nasional. Lilitan peristiwa ini tidak akan muncul sampai hampir satu abad kemudian, saat penggemar jenis bernama Paul Beaujon menemukan rancangan dari seorang pencetak berkebangsaan Perancis, yang relatif tidak dikenal, bernama Jean Jannon di perpustakaan American Type Founders. Beaujon menyadari bahwa jenis Garamond yang ditemukan oleh Kantor Percetakan Nasional hampir satu abad lampau sebenarnya bukan Garamond yang sesungguhnya. Itu adalah font yang mirip, namun tidak sepenuhnya berhubungan dengan yang dirancang oleh Jannon. Dengan adanya penemuan ini muncul kesadaran bahwa sebagian besar kebangkitan Garamond di akhir abad ke-19 didasarkan pada font yang sama sekali berbeda, bahkan dirancang oleh seorang Perancis yang juga berbeda. Tahun 1927, Beaujon menerbitkan penelitiannya di Fleuron, sebuah publikasi ilmiah pada jenis, serta mendapatkan pekerjaan segera setelah itu di perusahaan Monotype milik Stanley Morison.
Sekarang, ini menjadi benda-benda dari legenda tipografi, namun kisahnya tidak berakhir di situ. Beaujon bukan seperti yang digambarkan oleh rekan-rekannya sebagai "pria berjenggot panjang warna abu-abu, memiliki empat cucu, mempunyai minat yang besar dalam mebel antik, serta alamat yang tidak jelas di Montparnasse". Kenyataannya, Beaujon bukan seorang pria. Paul Beaujon adalah nama samaran dari Beatrice Warde, selanjutnya menjadi "Wanita Pertama untuk Tipografi". Selain itu ia juga menjadi wanita pertama yang berhasil menembus sebuah profesi yang didominasi kaum pria.(ssn)


Sejarah Font Frutiger
Perkembangan rupa huruf frutiger diawali dari tahun 1968, ketika Adrian Frutiger, seorang desainer Swiss ditunjuk untuk membuat rupa huruf yang akan digunakan pada Sign System di Bandara Charles de Gaulle, Paris, Perancis. Daripada menggunakan rupa huruf yang sudah ada seperti Univers, ia lebih memilih untuk mengembangkan rupa huruf baru, yaitu Frutiger yang awalnya diberi nama Roissy. Rupa huruf ini selesai dikembangkan pada tahun 1975 dan langsung digunakan sebagai sign system baru di bandara tersebut. Keluarga huruf Frutiger dirilis tahun 1976 oleh the Stempel type foundry. Sejak itulah rupa huruf ini menjadi populer dan menjadi sering digunakan sebagai logotype maupun untuk publikasi desain grafis. Rupa huruf ini digunakan sebagai identitas korporat dari: Raytheon, Telefónica O2, Angkatan Laut Inggris, the Canadian Broadcasting Corporation, sistem petunjuk jalan di Swiss dan DHLGlobal. Pada tahun 2008 rupa huruf ini menjadi 5 besar best-selling typeface di Linotype [1].
Frutiger juga diproduksi oleh pabrik huruf Bitstream bawah nama Humanis 777.
Frutiger adalah rupa huruf tanpa kait (sans-serif) yang dirancang dan dikembangkan oleh Adrian Frutiger dan dirilis tahun 1975. Rupa huruf ini selanjutnya dikembangkan lagi tahun 1995 oleh Adrian Frutiger & Linotype Design Studio dan dirilis tahun 2000 dengan nama Frutiger Next.
Varian Huruf Frutiger              
§  Frutiger Linotype
§  ASTRA-Frutiger
§  Frutiger Next
§  Frutiger Serif
§  Neue Frutiger

Popular Posts